DARAH DINGIN, HATI HANGAT

1170 Kata

Pagi hari di rumah Leon adalah perpaduan aneh antara ketenangan dan antisipasi. Aroma kopi dan roti panggang berbaur dengan wangi baby powder yang baru tercium. Lopita, meskipun masih dalam masa pemulihan, merasa jauh lebih kuat. Ia sering menghabiskan waktu di kamar bayi, menyentuh lembut selimut-selimut halus atau merapikan pakaian-pakaian mungil yang tergantung. Leon akan selalu ada di dekatnya, mengawasinya dengan cermat, seolah memastikan tidak ada hal buruk yang akan terjadi. "Kau terlihat lebih baik hari ini," ujar Leon suatu pagi, membawakan nampan sarapan untuk Lopita yang duduk di samping jendela kamar bayi. "Apa ada yang ingin kau makan?" Lopita tersenyum. "Apapun yang tidak terlalu hambar. Dan mungkin sepotong kue cokelat?" Ia tahu itu adalah permintaan yang tidak masuk aka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN