Gerimis tipis jatuh membasahi jendela kaca ruang kerja Leon, menciptakan melodi lembut yang ironisnya menenangkan di tengah gejolak pikirannya. Lopita, dari balik dinding tipis kamar sebelah, menatap punggung tegap Leon yang terpantul samar di jendela. Dia melihat bahu itu, tegang namun gigih, menopang beban perlindungan untuknya dan anak-anaknya. Malam-malam seperti ini, saat semua terlelap dan hanya keheningan yang menyelimuti rumah persembunyian, adalah saat di mana pertahanannya sendiri mulai runtuh. Ia terus mengingatkan dirinya: ini adalah sebuah kompromi, sebuah perjanjian. Leon adalah pelindungnya, bukan kekasihnya. Namun, bagaimana mungkin hatinya tidak terpengaruh melihat sosok itu, begitu berdedikasi, begitu tanpa pamrih? Setiap kali Leon pergi ke ruang kerjanya untuk melanjut

