MISTERI DI BALIK JANJI PAGI

1386 Kata

Cahaya matahari pagi, yang masih terasa lembut dan menyelinap malu-malu melalui celah-celah gorden tipis, mulai membangunkan Lopita dari tidur lelapnya. Kelopak matanya mengerjap perlahan, menangkap bias cahaya keemasan yang menari di dinding kamarnya yang familiar. Dinding yang dulu selalu menjadi saksi bisu impian masa remajanya, kini terasa asing, ditemani oleh kehadiran yang tak terduga. Sekelebat ingatan tentang malam sebelumnya melintas di benaknya, namun rasanya seperti kabut tebal, samar dan tidak jelas, meninggalkan jejak pertanyaan yang tak terucap. Ia mencoba menggerakkan tubuh, meregangkan otot-otot yang terasa kaku, tetapi sebuah beban hangat di perutnya menahannya. Jantungnya berdebar, sedikit terkejut, namun bukan karena takut. Sensasi yang asing, namun entah mengapa, tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN