JEJAK LUKA, BENIH HARAPAN

1364 Kata

Sejauh apa pun Lopita melangkah, bayangan Elson seolah tak pernah pudar, terus membayanginya dengan kegelapan yang pekat. Aroma rumah sakit, bisikan terakhir, dan tatapan kosong kakaknya terukir abadi di benaknya. Setiap putaran roda mobil yang membawanya pergi kini terasa seperti palu yang menghantam, mengikis sisa-sisa harapan dan kebahagiaan. Perjalanan panjang ini, entah sudah berapa lama, telah melucuti segala perasaannya, menyisakan kehampaan yang mematikan. Ia tahu, setiap kilometer yang ditempuh hanya membawanya semakin dekat pada pemandangan yang paling ia takuti: kakaknya terbujur kaku, menanti dalam keabadian. Berat, lelah, dan hampa, Lopita merebahkan diri di sudut bangku, menempel pada kaca mobil yang seolah melaju tanpa arah, menuju jurang ketidakpastian yang tak berdasar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN