HARI INI? Ruslan pasti bercanda. Bersikap penakut sampai tak berani mengambil langkah nyata adalah hal keliru, tapi bertindak begitu berani sampai terkesan bodoh nan sembrono jelas berbahaya. Dalam segi apa pun, Rendy tak yakin bahwa mereka harus mendatangi Fadlan hari ini juga. Terlalu mendadak. Tanpa ada persiapan. Luka-luka di tubuh Ruslan masih baru, belum diberi waktu mencukupi untuk memulikan diri---juga dirinya tak punya rencana matang apa-apa jika hal buruk sampai terjadi. Namun, ia tak begitu buta dalam melihat hal yang terpampang jelas di pelupuk mata. Rendy mengerti, Ruslan sedang memanfaatkan keberaniannya yang meluap-luap untuk bertindak cepat sebelum nyalinya ciut ke ukuran semula. “Atau bisa besok, atau kapan-kapan,” Ruslan meralat ucapannya dengan rikuh, menangkap sorot

