70. Satu Langkah Berani

1339 Kata

“Lo tahu kalau Torro dulu sering ngeluh hal yang sama?” ucap Ruslan. Tatapan menuduh terpancar dari matanya. “Dia sering ngeluh ngerasa tersisihkan di keluarganya sendiri. Nyokapnya meninggal, bokapnya nikah lagi dan punya anak-anak baru. Torro sering ngaku kalau dia berasa pihak luar kalau lagi ngumpul keluarga. Hal yang bisa gue pahamin sepenuhnya.” Mulut Rendy mencebik, tak menyukai nada menghakimi pria itu. Sepertinya ia tahu akan mengarah ke mana pembicaraan ini mengalir. Rasanya seolah-olah Ruslan memberitahunya secara langsung bahwa Rendy adalah salah satu penyebab mengapa Torro menjadi pribadi yang begitu bermasalah semasa dulu. Padahal persoalan ini bukanlah sesuatu yang bisa dibicarakan secara emosional, terutama oleh Ruslan yang tak tahu apa-apa. Nasib mereka---Torro dan Rusla

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN