72. Sosok Sang Rival

1842 Kata

Berusaha tampil segarang mungkin ternyata tidaklah mudah. Pertama, Rendy sebelumnya tak pernah mencoba berusaha tampil mengancam, ia tak tahu harus melangkah dengan gestur bagaimana, menggerakan tangan seperti apa, atau berekspresi macam apa yang akan membuat orang lain menganggapnya mengintimidasi. Alhasil dirinya kini seperti pria baik-baik yang salah tempat dan lingkungan---di mana keadaan itu bisa disebut sangat akurat. Kedua, Ruslan masih berjalan terpincang-pincang. Bukannya perlahan sembuh, makin ke sini kondisi kakinya tampak makin parah. Sesekali bahkan Ruslan meringkih dan mengaduh menahan sakit. Pria itu jelas membutuhkan pertolongan dokter atau tukang urut secepatnya. Dorongan hatinya mendesak agar Rendy segera membantu menopang bahu Ruslan agar mantap berjalan, tapi logika m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN