Sagara pulang. Dia tidak menang pun tidak juga kalah. Ketika Fritz melayang ke arahnya dengan menghunuskan pisau, Sagara segera saja menanggalkan pisau itu dengan menendang tangan Fritz. Setelah ditendang beberapa kali oleh Ratu, Sagara jadi menyadari bagaimana cara melakukan tendangan yang benar. Sagara jadi mengangguk-ngangguk. Menjadi samsak tendangan Ratu ternyata ada gunanya juga. Setelah Fritz kehilangan senjatanya, Sagara langsung merangsek maju. Dia berulang kali menghajar badan Fritz dengan pukulan-pukulan yang dipelajarinya dari boxing lalu mengakhirinya dengan menendang Fritz dengan tendangan berputar. Fritz pun melayang dan sebelum dia bangun, Sagara sudah menghilang. Bukan Sagara takut. Dia hanya tak ingin membuat masalah di negeri orang. Dengan kartu yang diberikan oleh Rat

