“Kamu baik-baik aja, kan?” tanya Sagara ketika melihat Ratu yang berulang kali menguap. Ratu hanya mengangguk-angguk. Dia pun mengucek-ngucek matanya. Semalam, dia tidak bisa tidur. Lebih tepatnya tak bisa tidur karena terlalu gembira. Sesaat setelah dia jatuh dari sofa, dia pun terbaring di samping Sagara. Awalnya dia ingin sekali meneruskan mimpinya, mencium Sagara di kehidupan nyata, tapi yang ternyata sebaliknya. Kala itu, Ratu hendak memiringkan tubuhnya, tapi baru saja dia memiringkan tubuhnya, Sagara sudah terlebih dahulu mengalihkan tubuhnya. Lelaki itu kini menghadap Ratu. Sepasang suami istri itu, kini pun saling bertatap-tatapan. Ratu menelan ludah. Wajahnya memerah. Bibirnya tersenyum. Jantungnya berdegup tak keruan. Ratu tak bisa melakukannya. Jika jantungnya terus seperti

