“Kamu tahu Sagara di mana?” tanya Ratu buru-buru. “Tadi aku lihat dia langsung keluar dari hotel.” Ratu segera pergi. Dia membawa tas slempangnya lantas berlari keluar. Ratu menekan dua lift sekaligus. Namun dua-duanya justru baru saja melewati lantai di mana Ratu berdiri. Tak mau menunggu lama, akhirnya Ratu bergegas menuruni tangga darurat. Dia tak peduli dengan tingginya lantai yang harus dia turuni. Pikirannya hanya satu, dia ingin segera bertemu dengan suaminya itu. Tak seharusnya Ratu berkata seperti itu. Tak seharusnya dia menuduh Sagara yang macam-macam. Ratu tahu sendiri bahwa suaminya itu lelaki yang baik. Sejauh yang dia teliti dulu, tak pernah sekali pun Sagara mau menyentuh kulit wanita, apalagi sampai melukai. Jadi harusnya tadi dia tahu kalau Sagara tak mungkin melakukan

