“Kamu sudah bangun?” tanya Sagara. Dia duduk di samping Ratu. Pakaiannya sama sekali tak berkurang. Dia masih memakai jas lengkap dengan dasinya. Dia duduk membelakangi Ratu. Dokter pun sudah pulang setelah memastikan Ratu baik-baik saja. Sempurna. Di kamar itu, kini hanya ada Sagara dan Ratu saja. Ratu memegangi kepalanya. Masih sedikit ada pusing di sana. “Apa yang terjadi?” tanya Ratu. Sagara menelan ludah. Pahit sekali rasanya untuk mengungkapkan apa yang terjadi. Sebuah telepon pun menengahi keheningan di antara mereka. Ratu hendak duduk. Dia tahu itu nada dering dari gawainya. Sayangnya badannya masih terasa lemas. "Bisa tolong ambilkan handphoneku?" pinta Ratu. Sagara yang tadi melamun seketika mengangguk. Dia berusaha untuk tersenyum. Sagara meraih gawai Ratu yang tergeletak

