Harus Berakhir

1888 Kata

Seira merasa kali ini Adrian telah mengerjainya. Pengendara mobil hitam yang menunggunya adalah Adrian sendiri. Ia sengaja berbohong agar membuat Seira kesal. Ia sengaja ingin tahu sejauh mana Seira menuruti keinginannya. “Nggak lucu, ya?” Seira merasa kesal. Lelaki itu memarkirkan mobilnya di depan rumah Seira. Melihat wajah Seira yang kesal membuatnya semakin senang. “Aku sengaja menyempatkan waktu keluar sebentar hanya untuk mengantarmu pulang. Kenapa kamu malah marah?” “Aku bukan marah, tapi kesal!” Seira memalingkan mukanya. Candaan Adrian terasa tidak lucu baginya. “Okey, okey, aku minta maaf. Aku hanya rindu tidak melihatmu seharian ini.” Seira bergeming, ia melipat tangannya dan masih memalingkan muka. “Seira, aku harap kamu bisa menyelesaikan semuanya malam ini. Aku tungg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN