Arbanat / rambut nenek

1828 Kata

“Suami kanjeng Kaseni kan pergi to? Masak kamu gak tau? Wong suamiku yang kenal sama lek Sugeng saja kaget saat ketemu dan ditanyai katanya mau ke Laut Kidul / selatan.” 'Deg.' Sekar langsung membatu mendengar semua itu, jantungnya berdegup kencang, darahnya berdesir, dan mukanya menebal seakan kaku. Sekar menarik napasnya sambil memejamkan mata serta menaruh bando yang dipegangnya di sembarang tempat, “Sekar pulang dulu, Mas.” berjalan dengan cepat menuju ke dokarnya. Danuri pun segera mengeluarkan koin uang seharga dengan gelang dan juga dua bando untuk Sekar, serta menyusul Sekar yang berjalan sangat cepat hingga punggungnya sudah tak terlihat saat ini. Danuri memang sudah mendengar rumor itu sejak tadi pagi, tapi tak sedikit pun dia menganggapnya menjadi sebuah masalah yang besar, at

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN