Gelang sepasang

1900 Kata

“Aaaaaaaa?!!” 'Deg.' Buyar sudah lamunannya yang indah, semua karena teriakan yang menggema dari dalam kamar kanjeng Kaseni. Pria itu menyusul kanjeng Kaseni ke dapur, dan menceritakan semua yang didengarnya. “Kamu ini kok ya ada-ada saja, to?” jawab kanjeng Kaseni setelah mendengar penuturan itu. “Inggih / iya, Kanjeng. Saestu / beneran.” Kanjeng Kaseni pun tertawa kembali, “ya sudah, ayo ke kamar, kamu lihat sendiri di sana.” ajaknya agar rasa penasaran pekerjanya itu terjawab. Pria itu pun mengikuti kanjeng Kaseni, berjalan dengan waspada dan lebih waspada lagi saat kanjeng Kaseni membukakan pintu kamarnya. Deg. “Kanjeng?” tanpa pria itu yang melihat kamar kanjeng Kaseni tertata dengan sangat rapi. Jangankan orang yang tengah kesakitan, bahkan selimut milik kanjeng Kaseni saja te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN