Ning nong

1554 Kata

Kanjeng Kaseni terbangun dengan ke dua matanya yang basah oleh air matanya sendiri. Segera duduk sambil mengusap air matanya dan beranjak setelah membersihkan ranjang yang baru saja ditidurinya untuk bertemu dengan kekasihnya itu. 'Tok. Tok. Tok.' Segera merapikan kebaya yang dikenakannya dan membuka pintu yang memang sengaja dikunci, “ada apa?” tanya kanjeng Kaseni ke perempuan yang mengetuk pintu kamarnya tadi. “Kanjeng, makan malam sudah siap.” Kanjeng Kaseni menoleh ke luar, mang sudah malam. Segera ditolehnya kamar yang tadi ditidurinya, rasanya tadi seterang siang biasanya, tapi kamar itu sekarang malam gelap karena tidak ada lentera yang menyala di dalam sana. Kanjeng Kaseni tersenyum, kakandanya tak pernah membiarkan dirinya takut dengan kegelapan meski hidupnya yang sekarang be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN