“Mas, apa kita mau ke kali / sungai?” tanya Sekar setelah melihat Danuri turun melangkahkan kakinya menapaki jalan yang cukup licin. Danuri menoleh dan tersenyum meneduhkan, “iya, Dik Sekar. Di sana banyak ikan mujair. Mas mau menangkap satu untukmu, mau?” “Tapi, Mas. Aku ... tidak berani turun.” Sekar cukup takut ke kali, di tempat tersebut selalu membuatnya merasakan ketidak nyamanan, bulu kuduknya akan berdiri dan merasa ada yang mengawasinya setiap menuju ke tempat yang basah itu. “Seee ... kaarrrrr ... .” 'Deg.' Bisikan itu seakan membuatnya merinding. Sekar menoleh ke kanan dan ke kiri, ke atas dan juga ke arah yang dikira terdapat sosok yang mengawasinya. Sekar mulai merasakan ada yang tidak beres saat ini. “Aduh, Gusti / Tuhan!” Sekar memekik cukup keras sambil menutupi telinga

