“Apa itu, Dik Sekar?” tanya Danuri yang melihat Sekar membawa jamu berwarna hijau pekat dan sepertinya untuk dirinya ini. “Jamu, Mas biar Mas cepat sembuh.” diberikannya ke Danuri, “sebentar tak ngambil air gula dulu di kamar Mas, tunggu sebentar saja.” pinta Sekar sambil bergegas, dan tersenyum saat kembali dengan membawa air putih berasa manis di tangan kanannya itu. Danuri pun mendekatkan gelas yang dia genggam ke mulutnya, bersiap meminum cairan hijau pekat itu. “Tunggu!!” Mendengar pekikan itu, Danuri dan juga Sekar sama-sama menoleh ke sumber suara. Romonya yang pula dai pasar cukup mengagetkan ke duanya. “Ada apa to, Romo?” tanya Danuri, sedangkan Sekar hanya mengerutkan keningnya karena kebingungan dengan calon mertuanya itu. “Siapa yang bikinin kamu jamu itu?” tanya tuan Gim

