Dong kates / daun pepaya

1505 Kata

Kanjeng Kaseni mendekat ke dua orang yang menenteng daging yang diselimuti kain bersih, tersenyum dan bersiap untuk menyapa mereka lebih dulu. Bibirnya yang bergincu, membuatnya semakin percaya diri dengan penampilannya saat ini. “Kanjeng Kaseni?” 'Deg.' Kanjeng Kaseni menoleh ke belakang, suara itu tidak asing dan berhasil membuatnya menelan kekecewaan, “Tuan Gimin.” balasnya atas sapaan lebih dulu itu. Ada rasa pupus saat melihat tuan Gimin di pasar, yakin jika Danuri tidak mengantar daging untuk hari ini. Pemuda kurang ajar itu pasti sedang merayu putrinya di gubuk reot miliknya yang tak lebih besar dari sekedar lumbung padi miliknya saja. “Panjenengan / Anda mencari apa?” Kanjeng Kaseni mengangkat bungkusan di tangan kirinya, “jarit, aku pengen cenil / ongol-ongol, jadi ke pasar, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN