Bulatan sebesar bola sepak berwarna jingga dan menyala terang, terbang dari arah selatan ke utara dan cukup cepat. Kilatannya membawa bayangan di bawahnya. Terus melesat seakan sudah tahu akan mendarat di mana. 'Pyorrrr.' Atap rumah besar kanjeng Kaseni menyala jingga dengan guratan-guratan halus di permukaannya, membuat kanjeng Kaseni yang tadinya tertidur pulas, langsung membuka matanya lebar karena terkejut. Kanjeng Kaseni segera bersimpuh di tanah dengan kakinya yang ditekuk ke sisi kanan semua, dan tangan menyatu di atas kepalanya, tubuhnya memanjang menyentuh tanah karena paham akan kedatangan Kanjeng Ratu Kidul yang dalam keadaan marah sepeti saat ini. Tak lama. Angin menggulung memenuhi kamarnya dengan warna gelap yang semakin pekat. Seakan mampu mengobrak abrik seisi kamar mes

