Berhasil

2498 Kata

Pagi ini, hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Dua perangkat nasi tumpeng untuk metri telah tersedia di meja lengkap dengan ayam ingkung dan perlengkapan lainnya. Banyaknya tamu dan pekerja yang datang pun hampir semuanya bertanya-tanya, apakah Nduk ayu Sekar juga akan menikah di hari yang sama juga? Karena pertunangan yang waktu itu saja sudah terdengar sampai ke sebelah desa. Siapa yang tidak ikut suka, karena selain ayu, kalem, dan ramah, Nduk ayu Sekar juga putri dari pemilik ladang terluas di desa Krantil. Yang mendapatkannya pastilah pemuda yang sangat beruntung. Sembari menunggu kemanten pria datang, tayub pun juga sudah dimulai meski sangat pagi. Banyak tamu yang nyawer dan juga menyumbang lagu, membuat pesta pernikahan itu sangat meriah. “Biyung sangat cantik.” celetuk Sekar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN