Lelaki Itu, Cinta Sejati yang tidak pernah pergi

237 Kata
Amsterdam, 2020 Lima belas tahun telah berlalu. Tapi setiap kali Amanda menutup mata, bayangan Donny itu selalu datang. Pelukan hangatnya yang selalu dirindukan. Tatapan matanya yang tajam, dingin, namun diam-diam menghangatkan jiwanya. Suara beratnya saat menyebut namanya untuk pertama kali. "Amanda Larasati" Nama kamu cantik Manda... Dia ingat semuanya. Bahkan terlalu baik. Amanda memeluk tubuhnya sendiri di balik mantel hitam panjang, berdiri di tepi kanal Amsterdam yang diselimuti kabut musim gugur. Langit kelabu. Angin dingin menampar pipinya, tapi yang lebih menusuk adalah kenangan yang tak mau mati. Kenapa Aku tidak bisa melupakan dia, batinnya lirih. Lelaki itu... Donny Atmadja... adalah Cinta yang tak pernah dia biarkan mati. Bahkan setelah dia menghilang tanpa sepatah kata. Bahkan setelah bertahun-tahun ia membangun dinding tebal untuk menahan ingatannya. Amanda tersenyum getir. Lucu, bagaimana seseorang yang kau tinggalkan demi kebaikannya, justru menjadi satu-satunya hal yang kau rindukan seumur hidupmu. Ia ingat hari ketika ia pergi setelah kelulusannya dari kuliah, ia memilih pergi ke luar negeri tanpa pamit. Donny tidak tahu. Tidak boleh tahu. Karena jika ia tahu... ia pasti akan menahannya. Dan Amanda tak akan pernah tega melawan tatapan mata itu. Brigadir Jenderal Donny Atmadja. Amanda melihat namanya dalam sebuah berita online pagi tadi. Wajah itu muncul di layar, gagah dalam seragam militernya. Untuk sesaat, dunia Amanda berhenti. Dan saat itu juga, ia tahu… Donny masih tersimpan dengan baik di hatinya. Terlebih, jika masa lalu itu masih memeluk hatinya seperti sekarang. ---
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN