"Vey! Astagaaa!!" Marah bercampur panik, Valerie menghampiri Vey yang berada dalam gendongan Kenan. Perempuan itu tampak pucat dengan kedua mata tertutup rapat. "Bi ... Bi Nia ... panggil dokter!" titah Valerie yang dengan cepat mengambil handuk untuk mengeringkan badan sang anak. Meskipun kesal, Valerie tidak ingin melihat Vey dalam keadaan tidak berdaya. Kenan yang telah merebahkan tubuh Vey di tempat tidur, lantas keluar kamar dan menunggu sampai Valerie selesai menggantikan baju gadis itu. Dalam hatinya merasa khawatir akan kesehatan Vey yang semakin menurun akibat susah makan. "Gimana, Den Kenan? Ada apa, ya?" tanya Nia yang tergopoh-gopoh melangkah menuju kamar Vey. "Udah panggil dokter, Bi?" Kenan balik bertanya. Dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan perempuan pujaan hati.

