Hangat. Satu hal yang Renat rasakan setiap Abi menggenggam tangannya. Walaupun sejak tadi Abi masih belum mau bersuara perihal masalah mereka, namun gerakan yang ditunjukkan oleh pria berkemeja biru tua itu sangat jauh dari yang Renat takutkan. Abi terlampau menunjukkan aksi manis meskipun tiada senyum yang terhias di wajah tampannya. Menyuapi Renat ketika makan, tertidur di sebelah Renat ketika wanita itu mulai terlelap, mengantarkan Renat ke kamar mandi padahal sudah dilarang berkali-kali. Seharian di rumah sakit, rasanya lebih nyaman dan damai daripada di rumah namun dibatasi dinding penyekat. Renat kira awalnya Abi tidak akan pernah peduli lagi padanya. Namun kedatangan Abi kemari, benar-benar membuat Renat merasa begitu beruntung sebab memiliki pria itu sebagai pendampingnya. Entah s

