66 [b]. Akhirnya Berarah Serupa

1325 Kata

Sebuah suara terdengar dari pintu putih yang sudah lama tidak dibuka. Renat berdiri di ambangnya, menatap seisi kamar yang belum sepenuhnya jadi itu dengan pandangan nanar. Kemarin ia belum sempat masuk lagi karena memang tidak berani, namun kali ini Renat mencoba memaksakan diri. Dia harus berani mulai sekarang. Kalau kalau begini terus, bagaimana dia bisa mendatangi makam Lana jika memasuki kamar putrinya saja Renat tidak berani. Renat melangkahkan kakinya masuk, matanya menyisir setiap sudut ruang bernuansa biru tersebut dengan jantung berdebar. Alih-alih tersenyum, Renat malah membekap mulut untuk meredam suara tangisnya. Setiap pernak-pernik di kamar tersebut mengingatkan Renat pada Abi dan Lana. Bagaimana Abi yang turut ikut serta membantu pekerja memasang wallpaper di hari libur ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN