Pagi ini Sekar begitu berat untuk berangkat ke kantor. Sindiran teman-temannya di media sosial dan grup chat karyawan cukup tajam. Semalam Windy dan teman-temannya ramai membahas rujak mangga muda dan ucapan selamat ulang tahun pada postingan Felisa bergantian muncul di akun media sosialnya. Tidak tahu kenapa Sekar yakin postingan dan ucapan itu seolah ditujukan untuk menyindir dirinya. Sekar semakin yakin kalau dia harus mengundurkan diri secepatnya atau paling lambat akhir bulan ini seperti yang pernah dia sepakati dengan Axel Amarta kemarin saat mereka ke luar kota. Tekadnya sudah bulat. Sekar sudah tidak takut dengan ancaman Axel lagi. Baginya situasi saat ini lebih menakutkan. Karena akibatnya bisa lebih mngerikan dibandingkan ancaman bosnya itu. “Sekar tunggu!” Sekar yang sedang b

