“Terima kasih,” ucap Sekar saat keduanya sudah di dalam mobil meninggalkan klinik itu. “Untuk apa berterima kasih?” tanya Axel balik. “Tentu saja. Pak Axel sudah menolong saya,” ucap Sekar. “Itu tanggung jawabku juga ‘kan? Kamu mau mempertaruhkan nyawamu karena aku juga. Anak yang kamu kandung itu anak kita. Bukan anakmu saja,” ucap Axel membuat Sekar menoleh dan menatap pria itu. “Tanggung jawab apa maksud pak Axel? Kita akan menghilangkan janin ini, Bapak bilang ini tanggung jawab?” tanya Sekar sinis. “Tidak. Aku akan memperbaikinya sekarang. Anak itu berhak hidup. Kita yang salah. Mengapa kita harus merampas hak hidupnya? Kalau kamu mau melahirkan anak ini aku akan mendukungmu. Aku janji akan memenuhi semua kebutuhannya dan kebutuhanmu juga sampai kapan pun. Aku jamin kalian tidak

