Sekar telah tiba di klinik bersalin yang dituju. Suasana tempat itu terlihat sepi. Hanya ada dua buah mobil dan tiga sepeda motor di depannya. Seketika hatinya jadi ragu. “Klinik ini sangat sepi. Mengapa tib-tiba aku jadi takut ya?” gumam Sekar melangkah pelan sambil memperhatikan tempat yang terlihat sudah usang dan tua itu. “Klinik ini lebih cocok disebut rumah tua. Benarkah ini tempatnya?” tanya Sekar semakin ragu. Memang foto klinik yang ditunjukkan di internet agak jauh berbeda dengan kenyataannya. Tempat ini terlihat tua dan lebih cocok disebut rumah hantu. Memang tidak kotor. Tapi bangunannya usang dan agal seram. “Aku sudah sampai di sini. Tidak boleh mundur lagi,” gumam Sekar lagi lalu membuang napas cukup keras. Sekar melangkah pasti memasuki teras klinik tua itu. Pintunya s

