Bab10. Pingsan

1850 Kata

Sudah hampir pukul sepuluh pagi, helikopter yang ditunggu belum juga datang. Sekar merasa tegang dan cemas. Bagaimana tidak? Felisa akan kembali ke Thailand pada pukul satu siang. Tentu saja Sekar takut tidak bisa sampai di kota sebelum jam satu siang sebelum Felisa pergi. Sementara sampai saat ini bosnya masih belum bisa komunikasi dengan Felisa. Axel bisa bicara dengan tunangannya itu melalui perantara mamanya Felisa dan manajernya saja. “Katanya sudah terbang sejak pukul delapan lebih tiga puluh menit tadi, tapi sampai sekarang mengapa belum sampai?” tanya Sekar yang sedang berdiri di tengah tanah lapangan desa bersama Axel, pak Hendrik dan pak Kades menunggu ke datangan helkopter yang akan menjemputnya dan bos. “Tenanglah. Sebentar lagi juga akan sampai. Aku yakin helikopter itu sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN