Dear, Mas Mantan

1349 Kata

Beberapa kali aku mengambil gambar dengan berbagai angle dan pose. Sesekali Tissa penasaran dengan hasil jepretanku. Dia mendekat, melihat dan mengamati hasil yang kuciptakan. Dia berdecak, wajahnya tampak begitu ceria dan senang. Mungkin dia puas dengan apa yang dilihatnya. "Keren banget. Kamu memang nggak diragukan lagi, Re," kata Tissa tanpa menatapku. Matanya terus fokus ke layar kamera. Berkali-kali dia berdecak, mengagumi hasil bidikan indah yang kupersembahkan. Tentu saja, gini-gini aku masih bisa profesional. Aku tak ingin rasa purbakala itu mendoktrin hati, sehingga berubah menjadi sebuah keegoisan yang merusak sebuah hubungan. Rasaku terhadap Dito memang masih ada. Namun, aku tak mau semua itu membuatku terlihat rendahan. Anak Bu Rossa Chandraningsih harus tegar dan bisa men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN