Dito Marah

1368 Kata

Semalaman aku tak bisa tidur dengan nyenyak. Pikiran ini terus saja tertuju pada foto-foto Tissa yang raib. Aku harus bilang apa? Alasan apa yang akan diri ini kemukakan tanpa sedikit pun terdengar mengada-ada? Sebab, semua itu memang bukan kesengajaan. Ini semua gara-gara cowok sipit itu! Namun, tak ada yang bisa aku lakukan selain menghadapi kenyataan, karena semua sudah terjadi dan tak akan bisa kembali seperti semula lagi. Foto-foto Tissa dan Dito juga tak akan kembali kalau sedih dan merutuki diri terus. Mataku sampai muncul bulatan hitam di bawahnya. Ini pasti karena aku kurang tidur. Mana ada jadwal foto lagi nanti. Ish! Sebuah pesan masuk ke ponsel, nama Tissa bertengger di sana. Seketika dadaku berdegup, aku takut. [Aku mau lihat hasil foto kemarin, dong. Nanti temui aku di r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN