Hal yang nggak pernah Rea bayangkan dalam hidupnya adalah mencintai sekaligus tersakiti. Ini seperti bom molotof yang meledak dalam rongga da-danya. Dia benar-benar hancur sehancur-hancurnya. Bahkan, rasanya dia tak ingin mengenal lagi apa itu cinta. Akan tetapi, sisi balik hatinya tak bisa melupakan perasaannya yang telanjur mendalam. Dito sempat menguasai hatinya. Namun, entah kenapa dia merasa lebih patah hati mendalam ketika dibohongi Dimas. Mungkinkah karena mereka terlalu lama bersahabat? Ataukah memang Rea memiliki rasa kepada pemuda itu? Ah, ini sulit untuk dideteksi. Rea masih mungkir kalau menyebut dirinya menyukai Dimas. Pasalnya, hal yang selalu dia gadang-gadangkan adalah persahabatannya yang nggak melibatkan hati. Akan tetapi, tanpa dia sadari, selama ini dia sangat membut

