Pertemuan Dua Hati yang Terbelah

2501 Kata

Dimas masih mengikuti Rea. Gadis itu berlari sempoyongan, sesekali berhenti dengan menyandarkan pundaknya ke tembok, lalu lari lagi. Hingga sampailah Rea di luar rumah sakit, tepatnya parkiran. Di sana sepi, Rea bisa melampiaskan tangis sepuasnya. Entah apa yang Rea tangisi. Hatinya terlalu kacau untuk menyebutnya. Di sisi lain, dia rindu dengan Dito. Namun, di sisi lainnya lagi, dia sebal pada pemuda itu. Dari kejauhan, Dimas terus memperhatikan Rea. Dia sendiri bingung harus bagaimana. Mendekat. Namun, yang Dimas takutkan adalah melihat gadis itu terluka. Pergi. Mana bisa Dimas berbuat seperti itu? Dimas sudah memutuskan, bahwa dia akan menemani Rea lebih dahulu. "Sorry, gue ... lo sengaja ke sini mau nemuin Dito?" Rea langsung menghadiahi Dimas dengan lirikan tajam. 'Ya Allah, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN