Me and My Mom

2282 Kata

Akhirnya, setelah perdebatan panjang dengan Dito yang berakhir di kekalahanku, hari ini aku bisa pulang juga ke Indonesia. Selama masa pemulihan, aku merasa Dito begitu perhatian. Dia menungguiku, menyuapi makan, dan lain-lain. Dia sangat baik. Ya, memang dari dulu baik. Maksudku, sejak kami putus, dia berubah dingin. Sekarang dia berbeda. Apa cuma perasaanku saja? Namun, entah mengapa perasaanku masih sulit menerima kebaikannya. Seperti kemarin, saat dia memutuskan menginap di rumah sakit untuk menemaniku. "Awas kalo kamu macam-macam," kataku saat itu dengan ketus. "Macam-macam gimana?" tanya Dito yang menurut sok polos. "Ya, jangan macam-macam! Awas, kalo kamu berani nyentuh aku!" ancamku sambil mengepalkan tangan ke arah Dito. Sementara itu, pemuda di hadapanku ini hanya tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN