What, Dilamar?

1567 Kata

Kepala ini langsung menoleh tanpa diperintah. "Kenapa nggak sekarang?" "Oke, sambil makan." "Kenapa, sih, kamu maksa banget?" kesalku. "Ya, karena kamu kudu dipaksa baru bisa nurut." Jawaban yang sangat tak mengenakkan. Lagian aku bukan anak kecil yang bisa dirayu begitu saja. Semua harus jelas, biar sama-sama nyaman. Aku melihat tangan Dito begitu cekatan mengambil makanan yang telah tersedia di nakas. Dia kenapa jadi berubah aneh gini, ya? Kok aku jadi takut sendiri. Diri ini mencoba membuang segala perasaan. Tak ingin yang lalu itu kembali menembus dinding-dinding hatiku yang rapuh. "Sini, aku suapin." "Aku bukan bayi. Jadi, aku bisa makan sendiri." Aku langsung bangkit, meraih piring dari tangan Dito, kemudian meletakkan di pangkuan. "Sok atuh, cerita. Aku, kan, udah makan." L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN