* Dua malam aku disekap tanpa diberi makan. Aku mulai merasa lemas. Kau lapar. Rafael, bagaimana keadaan lelaki baik itu? Semoga dia tetap baik-baik saja. Aku berharap Rafandra tidak menyakitinya. Semakin kutahan, perut ini semakin terasa melilit saja. Kepala yang tadi pusing, kini rasanya semakin bertambah berat. Rasanya aku tak sanggup lagi untuk menahan berat badan ini. Apakah benar tak ada yang ingin menolongku? Sekadar memberi minum atau makan misalnya? Aku benar-benar tidak kuat lagi. Apakah meninggal itu rasanya seperti ini? Diri sudah berusaha melepaskan ikatan, tetapi sama sekali tak ada perubahan. Justru pergelangan tanganku mulai perih. Tuhan, ambil nyawaku dengan bahagia, jangan seperti ini! Mendadak bayangan Bu Rossa Chandraningsih berputar-putar di kepala. Aku masi

