Dedaunan di dahan-dahan pohon berguguran, menghantam bumi dan bebatuan, kemudian terbang bersama angin. Daun-daun berwarna merah, jingga, dan kekuningan ini menambah kesan keromantisan tersendiri. Saat tiba di Tokyo kemarin, daun-daun ini belum tampak berubah warna. Padahal, saat aku membaca artikel tentang musim gugur di Jepang, mulai September daun-daun itu sudah berubah warna. Ternyata, aku salah. Setiap kota di Jepang ini memiliki fase momiji berbeda-beda. Di balik kaca besar di kamar ini, aku menyaksikan lalu-lalang kendaraan dan pejalan kaki. Distrik Shibuya mulai sibuk dengan aktivitas masing-masing warganya. Aku mengembuskan napas, meninggalkan embun di kaca. Cuaca pagi ini membuatku merapatkan jaket. Namun, sama sekali tak mengurangi hawa dingin yang menusuk tulang. Almanak di p

