Punggung Arzhou yang berjalan pergi melewatiku, terlihat seperti pokok pohon Maple yang rantingnya meranggas di musim gugur. Hatiku ikut sakit dan jiwaku terkoyak hingga kepingan terkecil. Sulit sekali mengakui hatiku sendiri. Mereka adalah orang yang berbeda tapi punya tempat tersendiri. Takeshi dengan sejuta kekasarannya, juga Arzhou dengan jutaan kelembutannya. Musim semi kali ini, mungkin adalah yang terakhir. Aku berharap Arzhou bisa menerima musim gugur yang aku berikan sebelum waktunya. Sungguh, ini sulit, tapi aku harus memilih. --- Seminggu kemudian, Homeda hospital. Pagi ketujuh saat musim dingin hampir dimulai, "Kirika, bagaimana dengan tes terakhirmu? Tidak ada masalah kan?" tanya Takeshi yang tengah duduk di sampingku, menghabiskan tegukan jus terakhir dengan pandangan ko

