Tiga hari kemudian, kediaman kakek di Ghinza. Aku menumpuk beberapa irisan daging rebus di sebuah mangkuk yang terpisah dengan kuah oden. Mulanya, ketiga pria yang duduk bersamaku di meja makan terkejut dengan porsi makanku akhir -akhir ini. Namun, lambat laun Arzhou juga Akechi tidak berkomentar lebih lanjut. Hanya Takeshi yang bertahan untuk tetap menggerutu. Akhirnya, kami sepakat untuk tinggal bersama selama menunggu persalinanku. Takeshi tidur di kamar yang bersebelahan dengan Arzhou dan aku di kamar utama yang memiliki fasilitas bel untuk panggilan darurat. Semua berjalan 'sedikit' lancar. Ketiganya mau menuruti keinginan egoisku. Akechi yang memindahkan kekasih gelapnya, Takeshi yang menutupi masalah dari ayahnya, juga Arzhou yang tak lagi berhubungan dengan Ayaka. Semua ber

