Mata rantai atas seluruh kejadian, selalu menjanjikan jawaban atas semua pertanyaan. Aku kecewa karena apa yang terjadi padaku tidaklah sama. Jarum bius yang tiba-tiba menusukku dari arah belakang, melumpuhkan pandanganku dalam sekejap. Takeshi mengalami hal serupa. Pria itu sebenarnya sempat ingin mengangkat senapan, tapi ia lebih dulu tak sadarkan diri. Dalam penglihatanku yang nyaris menggelap, aku melihat orang lain membawa pergi sosok pertama. Aku merasakan gerimis tiba-tiba turun, bau lembabnya, menetesi pipi juga hidungku. Tapi tak lama kemudian, aku tak lagi bisa mengingat apapun. Tangan Takeshi yang sempat mempererat genggamannya pada lenganku, berakhir mengendur. Seakan menyiratkan ketidak berdayaannya akan situasi yang tidak terduga. Setelah itu, kemungkinan besar k

