Althaf tak pernah menampar wanita selama hidupnya. Namun kali ini, Stela yang pertama. Ia layangkan tamparan keras ke wajah wanita itu, hingga ia terjerembab mundur. Irisnya membulat dan berkilat marah. "Apa-apaan kamu, Thaf?!" Namun, pria itu tak menjawab. Ia terhuyung ke belakang dengan tubuh macam terbakar. Reaksi perangsang itu sukar dipadamkan. Hasrat itu bergejolak, menyiksa. Erangan Althaf memantul ke dinding kamar mandi. Energinya tersedot menguap. Usai kepayahan menepis rangsangan itu, Althaf kembali menyeret kakinya keluar. Stela menghilang. Langit menggelap—kepalanya digenangi rupa kekasihnya. “Angkat, Lana. Di mana kamu…” ribuan kali ia menghubungi Lana, namun selalu nihil. Althaf mengusap kasar wajahnya. Percobaan pertama adalah ke apartemen wanita itu, tentu saja tak

