Althaf melesat pergi begitu menangkap sosok Darrel. Ia pungut ponselnya sebelum melipir ke pintu samping kedai kopi. Beberapa jenak kemudian ia merasa bodoh—kenapa harus lari, bersembunyi dari adik tirinya sendiri. Saat ia kembali masuk, Althaf sadar telah terlambat. Lana tak ada di tempat awal. Sejurus kemudian mobil Darrel melintas depan kedai. Pasti ia bawa perempuan itu di dalamnya. Sial, rutuknya. Althaf ingin sekali menyusul, namun serentet pesan dari grup dosen menyerbu seperti serangan lebah. Siang itu rapat kedua bergulir begitu lambat. Althaf teguk dua cangkir kertas kopi hingga lambungnya bereaksi. Ia kirim sebaris pesan pada Lana, "Kirim lokasi kamu," yang tentu saja berakhir tanpa balasan. Saat itu Darrel telah berhasil membuat si wanita terkapar. Althaf melewatkan semua

