⚠️[adegan kekerasan] *** Dalam kilatan cepat, kini tubuh mereka terpaut sejengkal. Darrel cekal pergelangan Lana sebelum meminumkan cairan panas itu. Sang wanita tak mampu berkelit—tubuhnya terkunci hingga tak ada opsi selain membuka mulut. Tetesan whiskey mengaliri bibir ke leher. Satu sloki pun tandas. "Betul. Minum sampai habis, sayang." gumam Darrel menyeringai. Lana pikir itu whiskey biasa. Namun rasanya terlalu kuat. Cairan itu seolah telah tercampur beberapa alkohol dengan kadar tinggi. Saraf di tubuhnya melemas. Tenggorokannya terbakar. Ada desingan gasing yang berputar di kepala. Dalam beberapa detik, tubuh itu pun terjerembab ke sofa. "Gimana, udah rileks sekarang?" Lana berusaha menggumam, namun yang meluncur cuma racauan tak jelas. Di wajah Darrel tersirat puas.

