"Gue udah janjian sama Valdo buat ketemuan di sana. Sekarang." celetuk Darrel tanpa tedeng aling-aling. "Cuma ngobrol biasa, nggak lebih." "Sekarang banget? Terus kenapa harus bawa gue?" Lana merutuk. "Emang salah? Lagipula udah lama gue nggak lihat dia. Penasaran sama mukanya sekarang—songongnya dia sekarang." "Jadi lo mau confront dia gitu? Nggak penting amat." "Dengan dia flexing di depan lo aja udah aneh banget, t***l. Dia pikir dia siapa ngaku-ngaku temen gue?" Darrel terkekeh sinis. Ia tarik lengan Lana menuju pintu kaca. Sinar mentari membasuh kulit mereka. Keduanya mengitari jalan berpaving ke area parkir yang berradius tak sampai lima puluh meter. Lana tidak tahu mengapa ia begitu menurut, mungkin ia terlalu takut kepergok usai bertemu Althaf. Sementara itu, eksistensi Al

