Lima belas menit pertama terlintas dengan obrolan, dan di menit berikutnya, kejantanan besar berurat Althaf telah tersarang di mulut Lana. Awalnya si dosen mengucap, "Saya punya kejutan buat kamu.", yang segera memicu respon wanita itu, "Kejutan?" "Ya. Lihat ke belakang." Lana menoleh, pandangannya melebar begitu melihat buket mawar besar. Di sana tertumpuk beberapa boks kecil, barisan paper bag, dan sebuah boneka putih. "Oh, my god..." "Kamu suka?" Lana tak menjawab, ia tiba-tiba bangkit dan meloncat ke jok belakang. Spontan Althaf injak rem mobilnya. "Lana, sayang, kamu jangan—" "Cantik sekali!" Lana justru menyeru, tangannya mengusap permukaan kalung emas putih dari boks itu. Mata kalungnya terpahat dari berlian, mengilap jernih. Ia mencium buket mawar sebelum beralih ke had

