Jantung Lana seolah merosot ke perut. Ia tatap Rivaldo dengan mata berkilat. "Apa lo bilang?" "Oh, jadi itu bener?" Valdo meringis lebar. "Gue cuma nebak padahal. Jadi bener lo punya hubungan sama kakak ipar lo?" Lana mengeratkan rahang. Ia melotot ke Rivaldo yang kini terkikik tanpa suara. Pusing tiba-tiba menyengat. Tangannya gemetar perlahan diiringi helaan napas yang macet. Lelaki itu masih terkekeh macam orang sinting. Lana tak tahan lagi. "Inget, itu utang lo karena udah ngancurin keluarga gue. Dan jangan berani-berani lo bilang ke papa. Atau gue bongkar semuanya." "Silakan, bongkar aja semuanya." Ia bangkit usai menutup macbook. Bocah sialan. Apa yang dipikirkan Tuhan saat menciptakan Valdo? Wanita itu pun berjalan menjauh. Ia menahan diri untuk tak membenturkan macbo

