Lesatan Anak Panah.

1116 Kata

Lana menatap macam siap mengayunkan palu. Jarinya mengepal kuat, sementara Aryo teronggok di sana tanpa rasa bersalah. "Dia jual kendaraan secara ilegal dan sering judi. Dia punya hutang di mana-mana sampe diburu debt collector. Uang kuliahnya belum dibayar, makanya dia meras aku buat kasih uang." darah Lana mengalir deras. "Dia juga menganiaya pacarnya—" "Halah itu normal di kehidupan pria. Kasih aja dia uang daripada nyerocos terus." "Nggak semudah itu, Pa." "Kamu punya suami, ngadu sana ke suami kamu. Papa sibuk!" "Pa!" Brak! Aryo membanting telepon. Kilatan mata menyambar tajam. "Sekali lagi buka mulut, papa panggil satpam buat nyeret kamu." Iris Lana bergetar. "Dia bukan lagi anak papa. Mau dia judi, bunuh orang sekalipun, jangan harap papa peduli." tegasnya. "Sekarang kel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN