Kala itu hampir menyentuh tengah malam. Stela meringkuk di kamar Althaf sementara ia masih berkutat di meja kerja. Pria itu dilanda gusar. Ia usap wajahnya kasar. "Lana, are you asleep?" tulisnya di pesan. "Saya masih bangun, Pak Althaf. Ada masalah?" Ia hilang keberanian untuk berkata jujur soal Stela. Jadi ia hanya berkata, "Nggak apa-apa." "Saya berencana untuk ke Jakarta." "Oh, ya? Mau saya jemput?" "Tidak usah. Saya bisa naik taksi, saya bakal langsung ke rumah mama." Obrolan mereka terputus. Althaf letakkan ponselnya ke meja sebelum menenggak bir. Kepalanya menoleh ke pintu kamar, menyesal membawa Stela pulang. Entah mengapa dadanya bergemuruh tak nyaman. Ia coba tepis dengan mengoreksi hasil tulisan mahasiswa. Membolak-balik kertas, mengetik, namun tak satupun berhasil bere

