Rambut dalam Nasi.

1134 Kata

Pipinya menggembung penuh nasi. Lana tergugu sampai lupa mengunyah. "L-lo…, hampir tidur—gimana maksudnya?" Ssst. "Nanti gue ceritain." Nilam mengedipkan sebelah mata. Lalu menyantap nasinya seolah bukan apa-apa. Nilam Ariswara suka hal-hal yang mengasah nyali. Ia bahkan pernah masuk kamar operasi karena crash balapan saat SMA. Jadi bukan hal baru lagi jika ia mengatakan sesuatu yang meledakkan akal. Namun saat Nilam mengungkit pasal Althaf, itu menjadi kasus baru. Lana merasa kepalanya dilempari tabung gas. Kaget bukan main. Apakah Althaf kesulitan 'menyangkarkan burungnya' sampai berbuat seperti itu? Tidur dengan mahasiswinya? b******n. Lana meletakkan sendok sebelum menandaskan es teh. Makanannya jadi terlalu hambar. Ia menolehkan pandangan ke luar jendela. Berusaha menangkis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN