Memo kertas itu menyelip di saku kiri. Lana menahan diri untuk tak membacanya hingga mencapai luar kelas. Diiringi tatapan menyelidik—dari bocah semester muda, wanita itupun berlari melalui pintu lecture hall. "Temui saya di depn klinik mahasiswa dua jam lagi," tulis Althaf di memo itu. Kernyitan alis terlukis, kebingungan menyergap, kertas kecil itu disimpan kembali ke saku. Lana menoleh ke kanan-kiri untuk memastikan dirinya tak diamati. Ia takut seandainya ada makhluk utusan Darrel yang mengawas. Sambil berlalu dari koridor, wanita itupun bergegas ke lokasi. Lebih cepat setengah jam, akhirnya batang hidung Althaf muncul. Napasnya agak terengah, khas orang berlari. "Kamu dari tadi di sini?" Pertanyaan retoris. "Tidak," ucap Lana bohong. "Ada apa meminta saya kesini?" "Ayo mas

