Kehilangan Respek

247 Kata
Ezra meninggalkan kantor tanpa permisi kepada Dian. Ia sudah kehilangan rasa hormat kepada managernya itu. Yang terlintas di kepalanya adalah mencari tempat untuk menenangkan diri. Ia berjalan menuju mushola. "Ezra!" Ezra menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Ia melihat Gina sedang mendekat kepadanya. "Mau ke mana?" tanya Gina begitu berada di dekat Ezra. "Makan!" jawab Ezra asal agar bisa menghindar dari Gina. Saat ini ia sedang ingin menyendiri. "Belum makan?" tanya Gina. "Belum." "Samaan dong, aku juga belum makan," ujar Gina. "Ayo makan bareng!" "Mmhh...." Ezra bingung bagaimana cara menolak ajakan Gina. "Gimana kalau kita makan di kantin?" ajak Gina. "Sebenarnya aku sudah punya nasi bungkus di kantor," dalih Ezra. "Tapi aku mau ke mushola dulu." Gina mengatupkan bibir. "Aku ke sana dulu ya?" Ezra menunjuk ke arah mushola. Gina mengangguk. "Oke, aku temenin!" Ezra tidak bisa mengelak. Tidak mungkin ia mencegah orang untuk ke mushola. "Ayo!" Gina melangkah lebih dulu. Terpaksa Ezra membiarkan Gina menemaninya. Mereka duduk di serambi mushola. "Bagaimana hari pertama kamu kerja?" tanya Gina pada Ezra. Ia tidak nyaman duduk di tepi serambi mushola dengan mengenakan rok mini. "Baik!" jawab Ezra bohong. "Syukurlah!" sahut Gina. Tangannya menutupi lututnya. "Oh iya, nanti malem makan di kosanku yuk?" Ezra menoleh tanpa ekspresi. Pikirannya sedang kacau. "Hari ini aku pulang awal, jadi rencananya aku mau masak," ujar Gina. "Gimana, mau kan makan malam di kosanku?" Agar urusannya tidak berkepanjangan, Ezra mengangguk. Hanya saja, ia merasa aneh, kenapa Gina begitu perhatian kepadanya? Padahal mereka belum lama kenal. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN